Kamis, 15 Desember 2011

inform consent fp

Setiap manusia yang dewasa dan berakal sehat berhak menentukan apa yang akan dilakukan pada tubuhnya dan seorang dokter ahli bedah yang melakukan operasi tanpa persetujuan pasiennya dapa dipersalahkan telah melakukan suatu pelanggaran untuk mana ia harus bertanggung jawab atas segala kerugian.

inform consent berasal dari kata:
informed : telah diberitahukan, telah disampaika , telah diinformasikan
consent   : persetujuan yang diberikan kepada seseorang untuk melakukan sesuatu

Definisi permenkes no 290/ MENKES/ PER III/2008
pasal 1 ayat 1 inform consent
" persetujuan tidakan kedokteran adalah persetujuan yang diberikan pasien atau keluarga terdekat pasien setelah mendapat penjelasan  secara lengkap menganai tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan kepada pasien "

informed consent adalah suatu peroses yang menunujakan  komunikasi yang efektif antara dokter dengan pasien dan bertemunya pemikiran tentang yang akan dilakukan dan apa yang tidak akan dilakukan terhadap pasien.
" sampurna budi, bioetik dan hukum kedokteran , pengantar bagi mahasiswa."

informed consent adalah suatu kesepakatan atau persujuan pasien atas usaha medik yang akan dilakukan oleh dokter terhadap dirinya, setelah pasien mendapatkan informasi dari dokter mengenai upaya medis yang dapat dilakukan untuk menolong dirinya, disertai menganai informasi mengenai segala informasi.

Landasan hukum informed consent:

  • fatwa PB IDI melalui sk PB-IDI no 319 / A4/ 88 pada tahun 1988
  • permenkes no 290/ MENEKES/per III/2008 tahun 2008
  • uu no 29 tahun 2004 tentang praktek kedokteran 
  • KUH perdata pasal 1338
  • peraturan pemerintah no 32 tahun 1996  tentang tenaga kesehatan.
Fungsi informed consent adalah:
  1. penghormatan terhadap harkat dan martabat pasien selaku manusia dalam menentukan nasibnya sendiri
  2. untuk mendorong dokter melakukan kehati-hatian dalam mengobati pasien.
  3. secara tidak langsung merupakan persetujuan pasien terhadap dokter untuk melakukan tindakan medis
  4. merupakan risk transfer.

Penerapan informed consent:

  1. dalam kasus-kasus yang menyangkut dengan pembedahan dan operasi 
  2. dalam kasus-kasus yang menyangkut dengan pengobatan yang memakai teknologi baru yang sebelumnya       belum dipahami  efek samping.
  3. dalam kasus-kasus yang memakai terapi atau obat yang banyak efek sampingnya misalnya terapi dengan sinar laser
  4. dalam kasus-kasus penolakan pasien
  5. dalam kasus kasus dimana selain mengobati dokter juga melakukan riset dan eksperimen dengan berobjek pasien.

jenis inform consent:
1. dinyatakan (tertulis dan lisan)
2. tidak dinyatakan (tindakan pasien dan aturan hukum pada pasien tertentu/ contoh kegawat daruratan)

dokter dan pasien melakukan inform consent harus memilik saksi contoh perawat.
Pemberian informasi:

  • diagnosis
  • tujuan
  • tindakan alternatif
  • resiko
  • komplikasi
  • prognosis
  • perkiraan biaya
























forensik DNA


Rabu, 14 Desember 2011

TRAUMATOLOGI FP

Traumatologi berasal dari kata trauma dan logos.
trauma adalah kekerasan terhadap jaringan yang masih hidup, sedangkan logos adalah ilmu.
jadi traumatologi adalah ilmu yang mempelajari semua aspek yang berkaitan dengan kekerasan terhadap jaringan manusia yang masih hidup.

Manfaat traumatologi terhadap kedokteran forensik adalah membantu penentuan:

  • jenis penyebab trauma
  • waktu terjadinya trauma
  • cara melakukannya
  • akibat trauma
  • konteks peristiwa penyebab trauma 

Jenis penyebab trauma:
1. mekanik

  • kekerasan benda tajam (ditusuk pisau)
  • kekerasan benda tumpul (di pukul pakai palu)

2.fisik

  • listrik 
  • suhu
  • barotrauma

3. kombinasi mekanik dan fisik :

  • senjata api

4. kimia :

  • asam kuat dan basa kuat




Benda-benda mekanik:

  • benda tajam : pisau, golok, dsb
  • benda tumpul : martil, balok kayu , dsb
  • benda mudah pecah : kaca , botol kaca

Trauma benda tajan cara melakukannya :

  • sisi tajam ditaruh di kulit kemudian ditarik atau di dorong (diiris)
  • sisi runcing di taruh tegak lurus (ditusuk)
  • diayunkan dengan tenaga (dibacok)

Luka akibat benda tajam mempunyai ciri-ciri:

  • garis batas luka teratur atau tegas
  • tepi luka rata, tebing luka rata dan terdapat dusut luka
  • tidak ada jembatan jaringan
  • bentuk garis lurus atau melengkung
  • bila luka ditautkan rapat
  • folikel rambut terpotong
  • daerah disekitar luka tidak terdapat memar.
  • sudut luka dapat memar akibat batang pisau dan sudut lancip akibat ujung pisau.
  • salah satu sudut lancip sedang yang satu sudutnya tumpul dibuat oleh senjata bermata satu
  • kedua sudut lancip dibuat oleh senjata bermata dua, atau bermata satu
  • kedua sudut tumpul dibuat oleh kampak atau pahat.


Perbedaan antara luka tusuk, luka bacok dan luka iris:
a. pada luka bacok:

  • ukuran luka besar dan menganga.
  • panjang luka kurang lebih sama dengan dalam luka.
  • biasanya tulang-tulang ikut menderita luka.
  • jika senjata yang digunakan tidak begitu tajam disekitar garis luka terdapat memar.

b.pada luka tusuk

  • dalam luka lebih panjang dari pada besar luka
  • memar yang terjadi akibat gagang pisau
c. pada luka iris :
  • panjang luka lebih besar dari pada dalam luka.

Luka tusuk :
  • panjang luka < dalam luka
  • panjang luka sama dengan lebar maksimum senjata yang masuk 
  • dalam luka sama dengan panjang maksimum senjata yang masuk

Trauma benda tumpul:
jenis-jenis luka akibat trauma benda tumpul:

  1. lecet (abrasi)
  2. memar (kontusi)
  3. luka terbuka/ robek (laserasi)

Luka lecet (abrasi): adalah luka yang disebabkan oleh rusak atau lepasnya luar dan kulit
ciri-cirinya luka lecet:

  • bentuk luka tidak teratur
  • batas luka tidak teratur
  • tepi luka tidak rata
  • kadang ditemukan sedikit pendarahan
  • permukaan tertutup oleh krusta (serum yang mengering)
  • warna coklat kemerahan
  • pemeriksaan mikroskopis pada beberapa bagian yang masih ditutup epitel dan reaksi jaringan (inflamasi).
  • mengenai epidermis
  • dapat menunjukan arah
  • kadang menunjukan benda penyebab
  • macam:
  1. lecet tekan
  2. lecet geser/serut
  3. lecet gores


Memar
kadang lokasi memar tidak sesuai dengan trauma
kadang mencerminkan penyebab
dampak patofisiologi tergantung dari:

  • lokasi
  • ukuran
  • umur 
  • jenis kelamin

bedakan dengan lebam mayat
1. memar pembengkakannya dimana saja sedangkan lebam dibagian terendah tidak ada
2. memar ditekan tetap ada sedangkan lebam ditekan pucat
3. mikroskopis reaksi jaringan padam memar tetap ada sedangkan pada lebam sudah tidak ada reaksi jaringan

Benda-benda fisik:

  • benda bersuhu tinggi
  • benda bersuhu rendah
  • sengatan listrik
  • petir
  • tekanan (barotrauma)


derajat luka bakar:

  • derajat 1: eritema
  • derajat 2: vesikel dan bullae
  • derajat 3: nekrosis koagulatif
  • derajat 4: karbonisasi.


Penentuan luas luka bakar :

  • kepala dan leher 15%
  • badan depan dan belakang 20%
  • ekstremitas atas kanan kiri 10 %
  • ekstremitas bawah kanan kiri 10%



luka akibat suhu rendah dingin:

  • bagian tubuh yang terbuka
  • patofisiologinya adalah vasodilatasi --> hyperemi--> vasokonstriksi pembuluh darah superfisial           -->paralisa vasomotor kontrol--> gangren 

Perbedaan luka akibat serangan listrik dan luka akibat sambaran petir:
  1. pada sengatan listrik bentuk luka pada masuknyaarus berupa kerusakan kulit sedangkan pada luka petir merupakan gabungan listrik, panas dan ledakan udara.
  2. pada sengatan listrik tepi menonjol , luka pucat , dikelilingi daerah hyperemis sedangakan pada luka petir: akibat panas berupa luka bakar , akibat ledakan berupa kekerasan benda tumpul.
  3. sering ditemukan metalisasi pada luka sengatan listrik sedangkan luka petir sering ditemukan aboresent mark dan magnetisasi.

Kombinasi trauma benda fisik dan mekanik adalah luka tembak.
luka tembak : 
  • tidak berbentuk khusus (bentuk bulat kdang tidak berbentuk)
  • tidak ada kelim atau cincin lecet
  • ukuran kadang lebih besar dari peluru kadang sama besar dengan peluru
  • tidak ditemui mesiu
  • tercemar jaringan yang dilalui


Trauma zat-zat kimia:
a. zat kimia yang tergolong asam:

  • terlihat kering
  • berwarna coklat kehitaman,nitric acids kuning kehijauan
  • perabaan keras dan kasar
b. zat kimia  yang tergolong basa:
  • terlihat basah dan edematous
  • berwarna merah kecoklatan
  • perabaan lunak dan licin

LUKA
1. ditinjau dari sudut medis:
  • kerusakan jaringan
  • dapat disertai diskuntinuitas kulit atau tidak
  • akibat dari trauma

2. ditinjau dari sudut hukum
luka adalah kelainan yang dapat disebabkan oleh tindakan pidanan , baik yang sifatnya intensional (kesengajaan), reclessnes (kelalaian), atau negligence (kurang hati-hati)
dasar penentuan kebijakan hukum pidana dalam penentuan berat ringannya luka adalah pengaruh dari:

  • kesehatan jasmani
  • kesehatan rohani
  • kelangsungan hidup janin dalam kandungan
  • pekerjaan jabatan atau mata pencarian 
  • fungsi alat indera

Klasifikasi luka:

  • luka ringan
  • luka sedang
  • luka berat


kriteria luka berat:

  • tidak dapat diharapkan luka dapat sembuh dengan sempurna
  • dapat mendatangkan bahaya maut
  • menimbulkan rintangan tetap dalam menjalankan pekerjaaan jabatan atau mata pencaharian
  • kehilangan salah satu dari panca inderanya
  • cacat besar atau kadung
  • lumpuh
  • gangguan daya pikir > 4 minggu
  • keguguran atau kematian janin

konsekuensi dari luka yang ditimbulkan oleh trauma:

  • kelainan fisik atau organik
  • gangguan dari fungsi organ tertentu
  • infeksi
  • penyakit
  • kelainan psikis

Konteks peristiwa penyebab trauma:

  1. bunuh diri
  2. kecelakaan
  3. pembunuhan
Kecelakaan:
  • lokasi luka terpapar di beberapa tempat
  • jumlah luka tunggal atau banyak
  • pakaian yang menutupi luka ikut robek
  • tidak ditemukan luka tangkis
  • tidak ditemukan luka percobaan 
  • cedera sekunder mungkin ada

Bunuh diri:

  • didaerah mematikan secara cepat
  • terjangkau oleh tangan yang bersangkutan
  • jumlah luka banyak
  • pakaian tidak ikut sobek oleh senjata
  • tidak ditemukan luka tangkisan
  • ditemukan luka2 percobaan
  • cedera sekunder tidak ada.
Waktu terjadinya kekerasan:

  • luka antemortem
  • luka post mortem
  • umur luka

Tanda intravitral:
pada hakekatnya untuk menunjukan:
a.jaringan setempat masih hidup ketika terjadi trauma melalui:

  • reaksi jaringan 
  • reaksi vaskular
  • reaksi mikroorganisme
  • reaksi biokimia

 b. organ dalam berfungsi ketika trauma, ditandai oleh:

  • perdarahan hebat
  • jendalan darah
  • emboli udara
  • emboli lemak
  • pneumothoraks
  • emfisema kulit.
c.perdarahan hebat:
  • perdarahan internal 1/3 dari 2/3 yang beredar
  • perdarahan eksternal :
  1. wajah dan organ  dalam pucat
  2. limpa lisut
  3. jantung dan pembuluh darah besar kosong


Umur Luka diketahui dengan :

  1. pemeriksaan makroskopis
  2. pemeriksaan mikroskopis
  3. peeriksaan histokemik
  4. pemeriksaan biokimia


semoga bermanfaat.


Senin, 12 Desember 2011

vitero- retina MP

VITREOUS
vitreous gabungan dari 99% dan asam hyaluronic acids dan colagen 1% membentuk campuran yang jernih, isi dari pusat bola mata.
firm adhesion (pengerat) :

  • nervus optikus
  • peripheral retina pada ora serata
  • pembuluh darah retina 
  • memproduksi carian yang digunakan jika kehilangan air mata

normalnya vitreous : sesuai umur

  • sinerresis  (keluarnya cairan vitreous dari mata)
  • posterior vitreous dettachment
abnormalitas vitreous adalah 
--> floater/ turbidity / kekeruhan (densitasnya tipis) akibat dari
  • degenerasi
  • haemorhage
  • infection /inflamasi (vitritis)
-->flashes (seperti cahaya diliat gelap)
traksi/ penarikan pada retina.
visual protein didasarkan


RETINA
visus
-visus protein dasarnya adalah vitamin a.
-distimulus oleh cahaya menyebabkan biochemical

pusat penglihata

  • foveola yang paling detaile penglihatannya
  • sel conusnya banyak di pusat
pemeriksaan fisik retina
1. slit lamp biomicroscopic with 
  • condensing lens
  • goldman three minor 
2. ophthalmoscope

  • direct
  • indirect
  • pemeriksaan tambahan :
  1. fundus photo color
  2. fundus fluorscein angiography
  3. ultrasonography

retinal abnormalitas:
  • dystrophy (retinitis pigmentosa dan stradgard's dissease)
  • degenerasi (miopik degenerasi dan ARMD)
  • infeksi /inflamasi 
  • vascular
  • detachment
  • tumor
dystrophy retina:

  • retinitis pigmentosa (buta senja)
  • stargard's dissease (dystropi makula stargard's adalah kebutaan karena ketajaman penurunan turun)


<=> retinitis pigmentosa
-> penyakit degenerasi herediter (keturunan)
fotoreceptornya:

  • disfungsi, hilang dan atropi
  • autosomal resesif (retinitis pigementosa)
  • autosomal dominan (juga bisa)
  • x-linked resesif
  • 1/3nya tidak ada riwayat penyakit seperti ini.
gejala retinis pigmentosa (buta senja ) adalah:
  • niktalopia (buta malam)
  • lapangan pandangnya terkonstriksi
tanda retinitis pigmentosa:
  • bone spikule --> seperti pigmentasi pada fundus arteriole pada fundus arteriole narrowing
pengobatan retinitis pigmentosa:
  • perawatan dengan low vision (supaya meningkatkan sensitifitas)
  • tidak ada terapi langsung

<=>stargard's diseasse adalah ditropi makula pada anak
  • gen abc4r on lp 21-22
  • gejala :
  1. muncul pada dekade ke dua
  2. foveanya mungkin normal atau tidak spesifik
  • terapi:
  1. perawatan low vision (cahaya redup contohnya biar sensitif lagi)
  2. tidak ada terapi langsung



degenerasi retina:
  1. myopik degenerasi 
  2. age related macular degeneration
a.miopia degenerasion
  • adalah semakin panjangnya bola mata
  • < -6 dioptri
  • panjang axialnya lebih dari 26
  • cenderung pada glaukoma dan katarak
treatment miopia degeneration:
  • pembatasan koreksi optikal
  • tekanan intraokulernya di kontrol
  • perhatian pada complikasi yang mungkin terjadi
  • sklera buckling
b. ARMD (age related macular degeneration)
  • paling sering menyebabkan kehilangan penglihatan pusat pada umur lebih dari 50 tahun (di negara berkembang)
  • gejala awalnya penglihatan pusat menjadi kabur dengan objek yang terlihat seperti tidak biasa ukurannya atau bentuknya dan garis-garis aneh muncul bergelombang atau kabur (bisa cepat bisa beberapa bulan)  keterangan tambahan "http://rsmataaini.co.id/armd/ " 
dry ARMD (age related macula degeneration )
Ada dua tipe ARMD, yaitu:
    1. Tipe kering/Dry ARMD merupakan kasus yang paling banyak terjadi (kira-kira 85-90%) penyakit ini berkembang perlahan. Pada kasus ini, sel dan pembuluh darah dibawah macula retina rusak dan terjadi penumpukan eksudat dibelakangnya (drusen). Ini merusak macula dan menghambat jalannya signal ke otak. Penglihatan sentral perlahan menjadi redup.terapinya 1)diet makanan yang kaya sayuran hijau, antioksidan Zinc, lutein, zeasantin. 2) mencegah kelebihan cahaya yang masuk. 3)tidak merokok 4). contact dengan cahaya khusus yang low vision.
    2. Type basah/wet ARMD merupakan kasus yang jarang. Hal ini dapat menyebabkan gangguan/kerusakan di makula dalam hitungan bulan atau minggu. Pada ARMD ini terdapat pembuluh darah abnormal yang rapuh yang tumbuh di bagian belakang retina. Kebocoran pembuluh darah ini menyebabkan makula rusak. treatment : 1) laser photocoagulation 2) photodynamik therapi 3) macular translokasi 4) sub macular surgeri

Infeksi atau inflamasi retina:
a. toxoplasma
-->gejala: unilateral, nyeri ringan di oculer, penglihatan kabur , onset-onset baru muncul floating spot.
--> temuan klinis: granulamatous iritis , vitritis, diskus optikusnya bengkak, neurretinitis, vasculitis dan oklusi vena retina di sekitar daerah peradangan, yang didalamnya aktiv melibatkan mata.
--> diagnosis penunjang dengan funduscopi.  putih -kuning  choreoretinalnya mengalami lesi pada vitreous sel.inaktif lesi pada fellow eye.
--> terapi:

  • eradikasi parasit
  • menekan respon inflamasi (pakai kortikosteroid)
  • clasik treatment regiment : 
  1. pyrimitamin
  2. sulfadiazine
  3. asam folat (meminimalkan efek toksik pirimitamin di sumsum tulang)
  • alternatif treatment:
  1. clindamicin 
  2. tetraciclin
  3. trimetophrim
  4. sulfamethazole
  • oral steroid.



Retinal vascular dissease: 
  • diabetik retinopaty
  • hypertensive retinopaty
  • oklusi pembuluh darah
  • retinopati
a. Diabetik retinopaty
-hyperglikemia 
  • kehilangan pericite
  • tebalnya membran basement
  • perubahan status coagulasi

-non proliferatif diabetik retinopaty

  • micro aneurisme 
  • dot dan blot pendaran intraretinal
  • exudateya kasar
  • dilatasi dan pendarahan vena retinalis. 

-proliferasi diabteik retinopati akan muncul neovaskularisasi, pada discus ataupun tempat lain.
-makulanya edema (bengkak)
-treatment diabetik retinopati
-->NPDR (non proliferatif diabetik retinopati)

  • kontrol glukosa
  • kontrol abnormal sistemik seperti hipertensi, dislipidemia, dll
-->edema makula dilakukan treatment dengan focal atau grid laser photocoagulation, Anti-VEGF, dan steroid intravitreal atau subtenon.
-->PDR (proliferatif diabetik retinopati) pan retinal coagulasi,vitrectomi, anti-VEGF

b. hipertensi retinopati
berdasarkan who hipertensi retinopati kalau sistole diatas 140 mmhg dan siastole diatas 90mmhg
hipertensi dapat berdampak pada koroid, retina, nervus optikus.
hipertensi dapat menyebabkan:

  • cotton wool spot (seperti kabut/kapas) karena lapisan syaraf nervus mengalami mikro-infark menyebabkan gangguan tranport axoplasmic.
  • dot/ blot/ titik dan api di mata terbentuk akibat pendarahan.



















belum lengkap udah dekat ujian. doakan kesowo sujoko ya saudara-saudara. supaya kelak bisa jadi dokter yang bisa mengabdi buat bangsa dan negara bisa membantu orang banyak. semoga Allah meridoi























KEBUTAAN MP

Kebutaan ???

  • gangguan penglihatan.
  • buta absolut V=0
  • buta sosial 3/60 (negara berkembang) dan 5/50 (negara maju)
  • buta adalah hilangnya penglihatan yang menyebabkan:
  1. tak mandiri dalam pekerjaan
  2. tergantung pada orang  lain/ benda atau alat. 
Penyebab kebutaan:
a. konginetal:

katarak kongenital

  • pendarahan retina waktu lahir
  • refraksi anomali dioptri tinggi pada satu mata
  • katarak konginetal
  • strabismus (bisa menyebabkan ampliopia)
  • nistagmus
  • histerik ambliopia
macam- macam strabismus


b. obat atau zat kimia 
-->obat malaria 
  • quinin bisa menyebabkan visus menjadi 0 karena kampus visi menyempit, pupil melebar , papil nervus 2 pucat.
--> methyl alkohol 
  • menyebabkan visus turun secara drastis
  • central mengalami scotoma
--> ethambutol :

  • buta warna 
  • kampus visi menjadi sempit
c. kebutaan simulasi
d. penyakit sistemik

  • meningitis
  • encepalitis
  • tumor intrakranial
  • hipertensi
  • diabtes melitus
  • toxoplasmosis
e. penyakit mata
trachoma
--> trachoma 
  • sikatriks konjunctiva palpebra superior--> enteropion , trichiasis --> keratitis--> ulkus kornea --> korena sikatriks (nebula)--> makula--> lekoma--> panus trachomatosus
-->gonoblenorha sangat virulen kebutaan 1-2 minggu oleh neisseria gonorhea.
--> xeroftalmia (kekurangan vitamin A)
--> katarak senilis yang tidak ditangani
--> glaukoma

f.trauma tumpul

  • hifema (hifema adanya darah di bilik depan akibat pecahnya pembuluh darah akibat trauma tumpul)
  • hemofthalmos 
  • ablatio retina (retinanya terlepas)
  • ruptur bulbi menjadi ptisis bulbi.
g. trauma tajam 
  • uveitis
  • katarak komplikata
  • ofthalmia simpatika
  • ruptur bulbi

h. trauma khemis

  • asam kuat 
  • basa kuat
i. trauma fisis

  • sinar : las, uv, radiasi
j. penyakit-penyakit retina:
  • retinitis pigmentosa (rabun malam)
  • retinitis lain
  • tumor retinoblastoma
k. tumor-tumor mata

  • melanoma maligna
  • rhabdomiosarkoma
L. lain-lain:
  • lepra
  • tb.(micobacterium tuberculosa)

















Minggu, 11 Desember 2011

STRABISMUS (JULING) MP




Strabismus / juling adalah suatu keadaan dimana sumbu kedua mata tidak berada dalam satu titik fiksasi.
Beberapa istilah dalam strabismus:
  • posisi primer adalah posisi kedua mata bila melihat ke depan.
  • orthofori adalah kedua bola mata menuju satu titik  viksasi. BSV (+). "bsv adalah binoculer single vision penglihatan kedua bola mata normal" pada bsv kedua mata menghasilkan bayangan tunggal. 
  • heterofori (strabismus latent) adalah kedua sumbu bola mata seolah-olah menuju satu titik fiksasi (abnormal , BSV (+)) posisinya abnormal tapi menghasilkan bayangan tunggal. satu mata ditutup maka deviasi (+), diplopia/ penglihatan ganda (-), 
  • heterotropi (strabismus manifest) adalah satu mata menuju titik fiksasi , satu mata berdeviasi (bsv (-) maka menghasilkan bayangan ganda)
  • BSV / binoculer single vision penglihatan tunggal yang dihasilkan kedua mata.
  • binoculer vision adalah bayangan yang dihasilkan kedua bola mata.
  • persepsi simultan binokuler adalah terjadinya saling tumpang tindih 2 objek yang tidak sama yang dihasilkan masing2 bola mata. contoh pada synoptophore mata kiri melihat harimau mata kanan melihat kandang gabungan kedua mata melihat kandang dan matahari.
  • fusi adalah kemampuan menggabungkan bayangan yang diterima kedua bola mata menjadi bayangan tunggal. fusi ada fusi sensorik dan fusi motorik. fusi sensorik oleh pusat penglihatan dan fusi motorik oleh otot-oto ekstraokuler (sebelum sampai otak difiksasi oleh otot2 ekstraokuler dulu). 
  •  streopsis adalah fusi dari bayangan objek yang berada di daerah panum. area panum adalah daerah berbentuk elips di sekitar fove sentralis dimana masih dapat terjadi fusi lagi. (diplopia fisiologis). benda- benda di area panum bayangan berbentuk elips jatuhnya di sekitar fovea sentralis. (catatan: makula ada di fovea sentralis ada yang perifer dan ada yang sentral, benda2 yang dapat dilihat adalah area panum)
  •  supresi adalah hambatan terhadap rangsang visual yang diperankan oleh otak.
  • deviasi adalah sudut yang dibentuk oleh karena mata strabismus (dalam prisma D). pada mata ortofori gak ada sudutnya deviasi ada dua primer dan sekunder.  deviasi primer adalah  mata normal berfiksasi -- strabismus yang gak ada paralisanya.deviasi sekunder adalah mata yang strabismus berfiksasi . Biasanya yang paralitik sudutnya lebih besar dibandingkan yang non paralitik. 
  •  diplopia adalah pandangan ganda akibat strabismus manifestasi.

Enam otot ekstraokuler sebagai penggerak bola mata:

  1. rektus medial fungsinya sebagai adduksi (adduksi dekat dengan medial)
  2. rektus lateralis fungsinya abduksi bola mata (abduksi berjauhan dengan medial)
  3. rektus superior fungsinya elevasi, adduksi (menarik dari lateral ke medial), insikloduksi (memutar ke medial).
  4. rektus inferior fungsinya depresi, adduksi, eksloduksi
  5. obliquous superior fungsinya depresi, abduksi , insikloduksi.
  6. obliques inferior elevasi abduksi , eksikloduksi.
catatan:

  • rektus superior dan rektus inferior sama- sama adduksi.
  • sedangkan rektus superior dan obliques superior sama-sama insikloduksi.
  • oblikus superior dan oblikus inferior sama sama abduksi
  • rektus inferior dan obliques inferior sama-sama eksikloduksi


konvergensi adalah kedua mata melihat ke arahe medial lebih dari normal. (saling mendekat)
divergensi adalah kedua mata melihat ke arah lateral lebih dari normal (saling menjauh).
divergensi vertikal positif adalah mata kana melihat keatas dan mata kiri melihat kebawah
divergensi vertikal negatif adalah mata kanan melihat kebawah dan mata kiri melihat ke atas.

persyarafan otot-otok ekstraokuler:
N 111 mensyarafi otot-otot :

  • musculus rektus superior
  • musculus rektur inferior
  • musculus rektur medialis (musculus rektuslateralis oleh nervus V1)
  • musculus obliques inferior (musculus obliques superios oleh nervusu 1V)
nervus 1V mensyarafi otot musculus rektus obliques superior.
nervus V1 mensyarfi otot musculus rektur lateralis.
kerusakan nervus V1 sulit melihat ke arah temporal.
kerusakan nervus 1V mengalami gangguan depresi, inskloduksi (rs os), abduksi (os oi).

Strabismus dari 2 hal :
1. visus rendah 


  •  ambliopia adalah tidak bisa masuknya sinar dimata misalnya pada katarak konginetal yang mengakibatkan mata bergerak semaunya dan mengakibatkan strabismus.
  • refraksi anomali adalah gangguan refraksi mata. terganggunya pada kornea, humour aqueus, lensa, vitreous humor yang mengakibatkan mata semaunya sehingga terjadi strabismus.
  • kelainan syaraf (retina sampai pusat) misalnya pada toxoplasmosis adalah mencengdan terjadi strabismus..


2. gangguan keseimbangan otot penggerak bola mata

  • conscomitans salah satunya gerakannya masih bagus tetapi tetep tidak seimbang
  • paralitik keduanya bergerak kurang bagus sehingga biasanya deviasinya lebih besar.
  • agensis adalah tidak ada otot sama sekali.

A.straismus concomittans 
berdasarkan perangainya dibagi menjadi 
1. constant (selalu tampak)
2.intermittens (kadang muncul kadang enggak)
  • periodik: lebih besar saat melihat dekat atau jauh
  • continous adalah sama besar saat melihat jauh atau dekat
  • monokuler adalah satu mata normal dan mata yang satunya strabismus
  • alternans : kadang mata kanan strabismus kadang mata kiri yang strabismus.

pembagian strabismus berdasarkan bentuk yangsering dijumpai 
 1.esotropia adalah deviasi mata ke arah nasal
dibagi 2 :
   a. non paretik:
  • non acomodatif (dibagi 2 kurang dari 6 bulan dan lebih dari 6 bulan)
  • acomodatif
  • acomodatif sebagia. 
   b.paretik

2. eksostropia adalah deviasi kearah lateral (dibagi 2 intermitan (kadang muncul kadang gak) dan konstan).
3. syndrom A dan V
4. hipertropia (deviasi keatas sedangkan hypotropia deviasi kebawah)

esotropia non paretik:
1. non akomodatif

  • esostropia congenital kurang dari 6 bulan
  • estropia dasar lebih dari 6 bulan  
  • esotropia miopia (orang miopia yang melihat dekat terus  maka ototnya akan naik)

2. akomodatif adalah esostropia hypermetropia
3.akomodatif sebagian hypermetropia dan terapinya dengan pembedahan.

a. esostropia conginetal adalah

  • mulai kurang dari 6 bulan 
  • deviasi lebih dari 50 derajat
  • sering deviasi vertikal positif sering musculus oblique superior berlebihan
  • sering nistagmusnya latent atau manifest
  • cross fiksasi positif
  • kadang kadang disertai hypermetropia ringan
  • ambliopia positif (sulit melihat)
  • terapi hampir selalu bedah  

b. esostropia dasar adalah

  • mulai dari 6 bulan deviasi mula mula kecil dan kemudian besar
  •  terapi : 
  1. koreksi refraksi 
  2. penanganan ambliopi
  3. operasi
c. esostropia miopia karena melhat dekat terus sehingga ototnya jadi spasme dan mengakibatkan esostropia.
  • dewasa muda sering terkena
  • diplopia yang jauh (+) dekat (+)
  • miopia tinggi esostropia berat oleh karena musculus rektus medialis jadi hypertropi.
  • terapi :
  1. mula mula dengan kaca mata jika deviasi kurang
  2. pembedahan.

d.esostropia akomodatif adalah hypermetropia yang tinggi menyebabkan akomodasi lama-lama akan menyebabkan esostropia.
terapi :
-kaca mata untuk hypermetropia
-kacamata bivokal untuk konvergensi. meskipun masih anak anak.

e.esostropia akomodatif sebagian diterpi dengan anti akomodatif kalau gak bisa pakai pembedahan.
f.esotropia paretik
  • penyebabnya 
  1. cedera vaskuler
  2. diabetes melitus
  3. gajala awal tumor intrakrania
  4. radang ssp
  • terapi:
  1. tergantung causa
  2. tunggu 6 bulan dahulu baru lakukan operasi pada esostropia paretik (abdusen palsy)

EKSOSTROPIA 
Eksostropia adalah deviasi kearah lateral.
sering diawali exoforia (yang tidak manifestasi atau latent) kemudian menjadi eksostropia intermitten dan lama kelamaan akhirnya menjadi eksostropia permanen.

klasifikasi eksostropia :
  • eksostropia dasar deviasi dekat kurang lebih sama dengan deviasi jauh
  • eksostropia karena ekses divergensi deviasi jauh lebih tinggi dibandingkan deviasi dekat
  • eksostropia karena insufisiensi convergensi deviasi dekat lebih besar dari pada deviasi jauh
  • exostropia pseudo divergensi deviasi jau lebih besar dari deviasi dekat S+3 -- devisiasi jauh sama dengan deviasi dekat.
terapi eksostropia :
  • tergantung cuaca
  • pengobatan non bedah untuk :
  1. koreksi refraksi 
  2. pengobatan ambliopia (penglihatan kabur)
  3. latihan konvergensi
  • pembedahan: 
  1. memperkuat otot yang lemah
  2. memperlemah otot yang kuat
catatan untuk exodeviasi dilakukan overkoreksi
untuk esodefiasi dilakukan hipokoreksi.


semoga bermanfaat. 
















vertigo Np

nyeri kepala atau sefalgia adalah rasa nyeri atau tidak enak pada daerah atas kepala memanjang dari orbita sampai daerah kepala belakang kepala ( area oksipital).

nyeri kepala diklasifikasikan menjadi 2 penyebabnya:
1.nyeri kepala primer yaitu

  1. migrain
  2. tension type headache (nyeri kepala tipe tegang)
  3. nyeri kepala klaster dan sefalgia trigeminal otonomik yang lain
  4. nyeri kepala primer lain (misalnya karena aktifitas berlebih, karena batuk)

2. nyeri kepala sekunder

  • trauma kepala/ leher
  • kelainan vaskuler kranial dan servikal (kelainan vaskuler mengganggu perfusi jaringan otak yang mengakibatkan nyeri kepala salah satunya)
  • kelainan nonvaskuler intrakranial
  • substansi atau withdrawel misalnya alkohol, kafein
  • infeksi (demam dan nyeri kepala biasanya sering muncul)
  • kelainan homeostasis (perubahan pada ketinggian)
  • kelainan kranium, leher, mata telinga hidung sinus, gigi, mulut, dan lain2 intinya di kepala
  • kelainan psikiatrik.
3. nyeri kepala karena neuralgia kranialis, sentral, atau nyeri fasial primer atau nyeri kepala lainnya.


A. Migren adalah kelainan intraserebral karena iskemik atack. 
migren dibagi 2 yaitu migren tanpa aura dan migren dengan aura





1. Migren tanpa aura
  • sakit kepalanya lebih dari 5 kali
  • berlangsung 4 sampai 72 jam
  • nyeri kepalanya mempunya ciri:
  1. unilateral (salah satu kepala saja)
  2. berdenyut (rasanya kayak nyut nyut)
  3. intensitas sedang sampai berat (berarti mengalami gangguan dalam bekerja)
  4. diperberat dengan aktifitas (kalau jalan pusing bertambah biasanya pasien cenderung tidur)
  • nyeri kepala disertai mual, muntah, fotofobia (cahaya terang makin pusing), fonofobia (suara keras makin pusing)
2. Migren dengan aura
  • sakit kepala lebih dari 2 kali didahului gejala neurologis (visual terganggu, parastesia/ kesemutan, sulit bicara)
  • lama aura 5-60 menit (kurang dari 60 menit)
  • nyeri kepala sebelah (gejala migrain biasanya)

faktor pencetus migrain:

  1. cedera
  2. stress dan rutinitas tiap hari
  3. kurang tidur
  4. perubahan cuaca
  5. perubahan hormonal 
  6. makan es, coklat, keju, jeruk, pisang , daging asap
  7. cahaya terang
  8. kelip-kelip lampu

terapi migren sasaran pengobatannya tergantung :

  1.  lama dan intensitasnya 
  2. gejala penyertanya
  3. derajat disabilitas
  4. penyakit-penyakit lain epilepsi , anxietas, stroke
terapi migren  dibagi menjadi 2 yaitu
1. pengobatan saat serangan
a. penderita disarankan beristirahat ditempat yang tenang, gelap
b.obat-obatan :
  • serangan ringan sampai sedang analgetika (parasetamol, asam mefenamat dll), analgetika narkotika.
  • serangan berat : ergotamin (hati2 pasien jantung), triptans (sumatriptan)  
2. pengobatan pencegahan
a.prinsip umum terapi preventiv :
  •  mengurangi frekuensi , intensitas beratnya, lama dari nyeri kepala
  • meningkatkan respon pasien terhadap obat
  • meningkatkan aktifitas sehari-hari serta pengurangan disabilitas
b. indikasi pencegahan
  • serangan berulang yang mengganggu aktifitas
  • kontraindikasi terhadap terapi akut
  • kegagalan terapi atau overuse
  • efek samping berat terhadap terapi akut
  • kondisi luar biasa : nigren basilier, aura memanjang
c. obat-obatan untuk terapi preventiv migren 
  • beta blocker (atenolol, propanolol pokoknya yang lol tapi jangan tolol ingat)
  • calcium chanel (fluranisin)
  • serotonin reseptor antagonis (methysergide), pisotifen
  • tricyclik (amitriptilin)
  • antiepileptik (asam valproat, topiramate)

B. NYERI KEPALA tipe tegang
  • sakit kepala lebih dari 10 kali  
  • berlangsung 30 menit sampai 7 hari
  • sekurang kurang-kurangnya mempunyai 2 ciri 
  1. lokasi bilateral (migren unilateral)
  2. menekan atau mengikat (tidak berdenyut)
  3. intensitasnya ringan sampai sedang (aktiftas gak begitu terganggu)
  4. tidak diperberat oleh aktifitas (migren aktifitas bertambah pusing)
  • tidak ada mual muntah, fotofobia
terapi farmakologi:
  1. analgetika
  2. antiansietas
  3. antidepresan
  4. relaksasi otot
terapi preventiv
1.Terapi non farmakologis nyeri kepala tegang :
a.kontrol diet
b.hindari faktor pencetus
c. hindari pemakaian obat analgetik, sedatif dan ergotamin (kenapa ya??)
d.terapi behaviour 
2.pengobatan fisik:
a.latihan postur dan posisi
b.usg, massage , manual terapi, kompres panas dingin
c.traksi (tahan denga berat atau digantung)
d. akupuntur
e. obat anestesi ataupun bahan lain pada trigger point


NYERI KEPALA KLASTER
-serangan sakit kepala lebih dari 5 kali
-nyeri hebat atau sangat hebat di orbita, supraorbita, atau temporal unilateral
-frekuensi serangan 1-8 kali sehari, berlangsung 15 sampai 180 menit
-injeksi konjungtiva atau lakrimasi ipsilateral
-kongesti nasal atau rhinorhea ipsilateral
-oedem palpebra ipsilateral.
-dahi dan wajah berkeringat
-miosis atau ptosis ipsilateral
-gelisah atau agitasi.

Pengobatan nyeri kepala klaster:
a. tujuan pengobatan:

  • menekan periode klaster
  • menghentikan serangan akut
  • mengurangi frekuensi
  • mengurangi berat atau intensitas
b. faktor psikologis tidak mempengaruhi nyeri kepala
c. penyesuaian gaya hidup tidak memberikan respon
d. kecuali menghindari alkohol selama periode serangan
e.pertimbangkan : lesi struktural yang mendasari

Terapi nyeri kepala klaster:
serangan akut (terapi abortif)
  • inhalasi oksigen (masker muka) 
  • dyheidroergotamin
  • sumatriptan
  • anestesi lokal 
  • indometasin
  • opioid
  • ergotamin aerosol
  • gabapentin

NEURALGIA TRIGEMINAL
  • nyeri kepala pada satu sisi wajah
  • sifatnya menyengat
  • pada daerah pipi, rahang dahi
  • berlangsung beberapa detik sampai menit
  • dapat dicetuskan oleh:
  1. sentuhan 
  2. hembusan angin
  3. berbicara 
  4. gosok gigi
terapi
  1. karbamasepin (biasa yang digunakan)
  2. suntikan lokal
  3. operasi (dilakukan oleh bedah syaraf mikro)

NYERI KEPALA YANG SERIUS
  • harus dirawat di rumah sakit
  • nyeri kepalanya hebat
  • nyeri kepala progresif (makin lama makin sakit)
  • nyeri kepala yang disertai :
  1. kesadaran menurun
  2. kebingungan 
  3. demam tinggi
  4. gangguan penglihatan 
  5. gangguan keseimbangan
  6. kelemahan

semoga bermanfaat, maaf tidak sempurna