Minggu, 18 Desember 2011

GLAUKOMA MP


Glaukoma adalah salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang tidak langsung, yang secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta. Hal ini disebabkan karena saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan bola mata akan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata yang akhirnya saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga saraf mata akan mati.


Faktor Resiko
Glaukoma bisa menyerang siapa saja. Deteksi dan penanganan dini adalah jalan satu-satunya untuk menghindari kerusakan penglihatan serius akibat glaukoma. Bagi Anda yang berisiko tinggi disarankan untuk memeriksakan mata Anda secara teratur sejak usia 35 tahun. Faktor risiko:
  1. Riwayat glaukoma di dalam keluarga.
  2. Tekanan bola mata tinggi
  3. Miopia (rabun jauh)
  4. Diabetes (kencing manis)
  5. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  6. Migrain atau penyempitan pembuluh darah otak (sirkulasi buruk)
  7. Kecelakaan/operasi pada mata sebelumnya
  8. Menggunakan steroid (cortisone) dalam jangka waktu lama
  9. Lebih dari 45 tahun

Jenis-jenis GLAUKOMA
Primary Open-Angle Glaucoma GLAUKOMA Sudut-Terbuka Primer\\
Glaukoma Sudut-Terbuka Primer adalah tipe yang yang paling umum dijumpai. Glaukoma jenis ini bersifat turunan, sehingga risiko tinggi bila ada riwayat dalam keluarga. Biasanya terjadi pada usia dewasa dan berkembang perlahan-lahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Seringkali tidak ada gejala sampai terjadi kerusakan berat dari syaraf optik dan penglihatan terpengaruh secara permanen. Pemeriksaan mata teratur sangatlah penting untuk deteksi dan penanganan dini.
Glaukoma Sudut-Terbuka Primer biasanya membutuhkan pengobatan seumur hidup untuk menurunkan tekanan dalam mata dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

Acute Angle-Closure Glaucoma GLAUKOMA Sudut-Tertutup Akut
Glaukoma Sudut-Tertutup Akut lebih sering ditemukan karena keluhannya yang mengganggu. Gejalanya adalah sakit mata hebat, pandangan kabur dan terlihat warna-warna di sekeliling cahaya. Beberapa pasien bahkan mual dan muntah-muntah. Glaukoma Sudut-Tertutup Akut termasuk yang sangat serius dan dapat mengakibatkan kebutaan dalam waktu yang singkat. Bila Anda merasakan gejala-gejala tersebut segera hubungi dokter spesialis mata Anda. terapi dengan menurunkan tekan intraokuler  dengan anti glaukoma, kemudian dilakukan perifer iridektomi (mata yang glaukoma), dan laser profilaksis iridektomi.

Secondary GLAUCOMA GLAUKOMA Sekunder
Glaukoma Sekunder disebabkan oleh kondisi lain seperti katarak, diabetes, trauma, arthritis maupun operasi mata sebelumnya. Obat tetes mata atau tablet yang mengandung steroid juga dapat meningkatkan tekanan pada mata. Karena itu tekanan pada mata harus diukur teratur bila sedang menggunakan obat-obatan tersebut

Congenital GLAUCOMA GLAUKOMA Kongenital
Glaukoma Kongenital ditemukan pada saat kelahiran atau segera setelah kelahiran, biasanya disebabkan oleh sistem saluran pembuangan cairan di dalam mata tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya tekanan bola mata meningkat terus dan menyebabkan pembesaran mata bayi, bagian depan mata berair dan berkabut dan peka terhadap cahaya.

Gejala
Gejala yang dirasakan pertama kali antara lain : bila memandang lampu neon/sumber cahaya maka akan timbul warna pelangi di sekitar neon tersebut, mata terasa sakit karena posisi mata dalam keadaan membengkak, penglihatan yang tadinya kabur lama kelamaan akan kembali normal. Hal inilah yang membuat para penderita glaukoma tidak menyadari bahwa ia sudah menderita penyakit mata yang kronis. Penyakit mata glaukoma ini dapat diderita kedua mata dari si penderita dan jalan satu-satunya untuk mengatasi penyakit ini adalah dengan operasi

(hasil copas banyak yang gak lengkap ni)





GLAUKOMA


GLAUKOMA

• Dapat menimbulkan kebutaan menetap
• Dapat dicegah dengan deteksi dini dan terapi tepat.

Glaukoma adalah penyebab kebutaan nomor 2 di Indonesia setelah katarak, biasanya terjadi pada usia lanjut. Dibeberapa negara 2% penduduk usia diatas 40 tahun menderita Glaukoma, dan di Indonesia Glaukoma sebagai penyebab kebutaan yang tidak dapat dipulihkan.

Glaukoma salah satu penyakit mata yang diakibatkan karena kenaikan tekanan bola mata dan menimbulkan kerusakan saraf penglihatan, sedangkan fungsi saraf mata akan meneruskan bayangan yang dilihat ke otak. Diotak bayangan akan digabungkan dipusat penglihatan dan membentuk benda (vision).

Penyebab
Didalam bola mata bagian depan terdapat cairan jernih yang disebut humor akuwos. Cairan ini dengan teratur akan mengalir dari tempat pembentukan kesaluran luarnya.
Tekanan tinggi disebabkan karena produksi cairan bola mata (humor akuwos) yang berlebihan, atau dapat juga apaila saluran pembuangan keluar yang disebut jaringan trabekula tersumbat.

Mekanisme terjadinya Glaukoma
• Aliran humor akuwos lemah
• Tekanan bola mata tinggi/ Glaukoma
• Kerusakan saraf penglihatan
• Kehilangan penglihatan menetap

Macam-macam Glaukoma
Glaukoma dibagi menjadi 2, yaitu:
• Glaukoma Primer
Dewasa Sudut tertutup 
a. Akut
b. Kronis
Sudut terbuka
Kongenital
• Glaukoma Sekunder
Glaukoma ini disebabkan bilik mata depan rusak, sehingga menyebabkan tekanan bola mata tinggi karena berbagai macam penyakit yang tidak ditangani, seperti katarak, dan peradangan atau pemakaian tetes mata / zalf Kortikosteroid yang berlebihan.
Gejala

• Glaukoma Akut
Gejala cukup berat, sakit mata mendadak, penglihatan kabur, mata merah, disertai dengan sakit kepala, serta mual atau muntah. Pada umumnya penderita memerlukan pertolongan darurat untuk sakit kepalanya dan mengabaikan keluhan mata.

• Glaukoma Kronis
Penyakitnya lebih tenang, tanpa sakit kepala, sehingga penderita tidak merasakan adanya kehilangan penglihatan sedikit demi sedikit. Awalnya kehilangan penglihatan malam dan tepi, sedang penglihatan lurus dan dekat masih baik. Umumnya penderita tidak menghiraukan penglihatannya, sehingga memburuk sampai buta.

Deteksi
Pemeriksaan oleh dokter spesialis mata secara teratur adalah jalan terbaik untuk deteksi dini Glaukoma secara dini.
Pemeriksaan mata yang dilakukan:
• Mengukur tekanan bolamata (dengan tonometer aplanasi / schiotz)
• Melihat sudut bilik depan mata (dengan goniolens)
• Memeriksa lapang pandangan (dengan perimetri)

Penanganan
Tujuan penanganan adalah untuk menurunkan tekanan bola mata dan mencegah kerusakan saraf penglihatan.
Peneganan tergantung jenis Glaukoma, mungkin dengan:
• Obat-obatan (lokal mata atau sistemik dengan diminum atau injeksi intravena)
• Operasi untuk memperlancar aliran humor akuos, atau
• Dengan laser
Tindakan operasi
Glaukoma sudut sempit dapat dilakukan:
• Iridektomi Perifer
• Operasi Filtrasi, misalnya: Trabekulektomi, Scheie, Trepanasi, dan Iridenklesis.
Iridektomi Perifer dilakukan pada:
• Stadium Prodromal
• Goniosinechie yang belum banyak pada mata sebelahnya / sehat (kontralateral) disebut Iridektomi Propilaksis.
Pada Glaukoma Sudut Terbuka:
• Iridotomi (dengan laser)
• Operasi Filtrasi
• Trabekuloplasti (dengan laser).

KATARAK DAN AMD


Kenali Katarak dan AMD
1. Katarak 

Katarak adalah sejenis kerusakan mata yang menyebabkan lensa mata berselaput dan rabun. Lensa mata menjadi keruh dan cahaya tidak dapat menembusinya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total dan menghalangi jalan cahaya. dalam perkembangan katarak yang terkait dengan usia penderita dapat menyebabkan penguatan lensa, menyebabkan penderita menderita miopi, menguning secara bertahap dan keburaman lensa dapat mengurangi persepsi akan warna biru. 

Katarak biasanya berlangsung perlahan-lahan menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan jika tidak diobati. Kondisi ini biasanya mempengaruhi kedua mata, tapi hampir selalu satu mata dipengaruhi lebih awal dari yang lain. 

Sebuah katarak senilis, yang terjadi pada usia lanjut, pertama kali akan terjadi keburaman dalam lensa, kemudian pembengkakan lensa dan penyusutan akhir dengan kehilangan transparasi seluruhnya. Selain itu, seiring waktu lapisan luar katarak akan mencair dan membentuk cairan putih susu, yang dapat menyebabkan peradangan berat jika pecah kapsul lensa dan terjadi kebocoran. Bila tidak diobati, katarak dapat menyebabkan glaukoma. 

Katarak yang terjadi akibat usia lanjut bertanggung jawab atas 48 persen kebutaan yang terjadi di dunia, yang mewakili 18 juta jiwa, menurut WHO. kelayakan bedah katarak di beberapa negara belum memadahi sehingga katarak tetap menjadi penyebab utama kebutaan. Bahkan di mana ada layanan bedah yang tersedia, pengelihatan rendah yang terkait dengan katarak masih dapat dijumpai, sebagai hasil dari lamanya menunggu untuk operasi dan hambatan untuk dioperasi, seperti biaya, kurangnya informasi dan masalah transportasi. 

Di Amerika Serikat, katarak yang terjadi akibat usia lanjut dilaporkan mencapai 42 persen dari orang-orang antara usia 52 sampai 64, 60 persen dari orang-orang antara usia 65 dan 74, dan 91 persen dari mereka antara usia 75 dan 85. 
Penderita katarak akan mengalami pengelihatan yang buram, ketajaman pengelihatan berkurang, sensitivitas kontras juga hilang, sehingga kontur, warna bayangan dan visi kurang jelas karena cahaya tersebar oleh katarak ke mata. Tes sensitivitas kontras harus dilakukan dan jika kekurangan sensitivitas kontras terlihat makan dianjurkan untuk konsultasi dengan spesialis mata. 
Katarak pada dewasa biasanya berhubungan dengan proses penuaan. Dimana katrak pada dewasa dikelompokkan menjadi tiga, yaitu Katarak Immatur, dimana lensa masih memiliki bagian yang jernih, kedua Katarak matur, lensa sudah seluruhnya keruh, dan ketiga Katarak Hipermatur adalah bagian permukaan lensa yang sudah merembes melalui kapsul lensa dan bisa menyebabkan peradangan pada struktur mata yang lainnya. 
Kebanyakan lensa agak keruh setelah usia 60 tahun. Sebagian besar penderita mengalami perubahan yang serupa pada kedua matanya, meskipun perubahan pada salah satu mata mungkin lebih buruk dibandingkan dengan mata yang lainnya. Banyak penderita katarak yang hanya mengalami gangguan penglihatan yang ringan dan tidak sadar bahwa mereka menderita katarak. 

2. Age Related Macular Degenarated (AMD) 

Age Related Macular Degenarated atau Degenerasi Makula adalah suatu keadaan dimana makula mengalami kemunduran sehingga terjadi penurunan ketajaman penglihatan dan kemungkinan akan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan sentral. 

Makula adalah pusat dari retina dan merupakan bagian yang paling vital dari retina. Makula merupakan bagian dari retina yang memungkinkan mata melihat detil-detil halus pada pusat lapang pandang. 

Ada Dua macam degenerasi makula: 
1. Degenerasi makula atrofik (kering) : terdapat endapan pigmen di dalam makula tanpa disertai pembentukan jaringan parut, darah atau perembesan cairan lainnya 
2. Degenerasi makula eksudatif (basah) : perembesan cairan membentuk endapat yang seringkali dikelilingi oleh daerah perdarahan yang kecil. Pada akhirnya endapan ini akan mengkerut dan meninggalkan jaringan parut. 

Kedua jenis degenerasi tersebut biasanya mengenai kedua mata secara bersamaan. Jika usia semakin tua makan terjadi kerusakan pada epitel pigmen retina. Epitel pigmen retina adalah lapisan pemisah antara retina dan koroid (lapisan pembuluh darah di belakang retina). 

Fungsi dari epitel pigmen retina adalah sebagai penyaring yang menentukan zat gizi dari koroid yang sampai ke retina. Bagian dari darah yang berbahaya bagi retina dibuang/dijauhkan dari retina oleh epitel pigmen retina. Kerusakan pada epitel pigmen retina mempengaruhi metabolisme pada retina, terjadi penipisan retina sehingga memungkinkan masuknya bahan yang berbahaya dari darah ke dalam retina dan menyebabkan kerusakan serta pembentukan jaringan parut. Dengenerasi makula terjadi pada usia lanjut, cenderung diturunkan, lebih banyak ditemukan pada orang kulit putih dan tampaknya lebih sering ditemukan pada perokok.

Gejalanya secara tiba-tiba ataupun secara perlahan akan terjadi kehilangan fungsi penglihatan tanpa rasa nyeri. Kadang gejala awalnya berupa gangguan penglihatan pada salah satu mata, dimana garis yang sesungguhnya lurus terlihat bergelombang. 

Degenerasi makula menyebabkan kerusakan penglihatan yang berat (misalnya kehilangan kemampuan untuk membaca atau mengemudi), tetapi jarang menyebabkan kebutaan total. 
Penglihatan pada tepi luar dari lapang pandang dan kemampuan untuk melihat warna biasanya tidak terpengaruh, yang terkena hanya penglihatan pada pusat lapang pandang. 

Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai retina: 
- Ketajaman penglihatan 
- Tesa refraksi 
- Respon refleks pupil 
- Pemeriksaan slit lamp 
- Fotografi retina 
- Angiobrafi fluoresensi. 

Untuk pengobatannya bisa dilakukan bergabagai macam cara. Jika di dalam atau di sekeliling makula ditemukan pertumbuhan pembuluh darah baru, dilakukan fotokoagulasi laser untuk menghancurkannya. Tidak ada pengobatan khusus untuk degenerasi makula. Pemberian seng bisa memperlambat perkembangan penyakit. Pada stadium awal, bisa dilakukan pembedahan laser untuk membekukan pembuluh darah koroid yang merembes ke retina. Pilihan pengobatan lainnya adalah terapi fotodinamik, dimana pengobatan laser dilakukan setelah penyuntikan zat warna untuk menambah kepekaan pembuluh darah yang merembes terhadap sinar laser. (rin/int)

retinal detachment



Definisi Retina
Retina adalah suatu jaringan (tissue) yang sangat tipis yang membatasi bagian dalam dari belakang mata. Ketika kita melihat kesekeliling, cahaya dari benda-benda yang coba kita lihat masuk kedalam mata. Cahaya dari gambar difokuskan pada retina oleh kornea dan lensa. Cahaya ini yang membentur retina menyebabkan suatu perubahan biokimia yang kompleks didalam lapisan-lapisan dari retina dan ini pada gilirannya menstimulasi suatu respon elektrik pada lapisan-lapisan lain dari retina. Syaraf yang berakhir didalam retina mengirim signal-signal ini kepada otak melalui syaraf optik. Didalam area-area yang khas dari otak, energi listrik ini diproses untuk mengizinkan kita untuk melihat dan mengerti apa yang sedang kita lihat. Retina telah dibandingkan dengan film dari kamera. Bagaimanapun, film, sekali dipakai, mempunyai suatu gambar yang permanen diatasnya. Retina secara terus menerus memperbaruhi dirinya secara kimia dan listrik, mengizinkan kita untuk melihat jutaan gambar yang berbeda setiap hari tanpa penumpukan dari gambar-gambar itu.
Ukuran retina adalah kira-kira sebesar sebuah perangko. Dia terdiri dari suatu area pusat yang disebut macula dan suatu keliling retina (peripheral retina) yang jauh lebih besar. Sel-sel penerima cahaya didalam retina adalah dua tipe, yang disebut batang-batang (rods) dan kerucut-kerucut (cones). Rods mengizinkan kita untuk melihat dalam kegelapan. Cones memberikan kita penglihatan yang tajam. Peripheral retina mengizinkan kita melihat benda-benda pada kedua sisi (peripheral vision) dan, oleh karenanya, menyediakan penglihatan yang diperlukan untuk seseorang bergerak dengan aman. Bagaimanapun, karena bagian ini dari retina mengandung suatu konsentrasi yang lebih sedikit dari kerucut-kerucut, ia tidak mengizinkan untuk persepsi penglihatan yang mendetil (terperinci). Konsentrasi yang lebih besar dari batang-batangnya menyediakan penglihatan yang lebih baik dalam kondisi kegelapan.
Berbeda dengannya, macula adalah suatu area pusat yang lebih kecil dari retina yang mengandung suatu konsentrasi yang tinggi dari cones. Karena itu, ia memungkinkan penglihatan sentral yang bersih untuk melihat detil-detil yang halus untuk aitivitas-aktivitas seperti membaca atau menyusup sebuah jarum. Macula adalah sangat sensitif pada perubahan-perubahan yang beredar, terutama yang terjadi dengan penuaan (aging), seperti aliran darah yang berkurang. Retina mengandung suatu jaringan dari arteri-arteri yang bercabang, yang menyediakan darah yang mengangkut oksigen dan nutrisi yang diperlukan ke retina, dan vena-vena yang mendampinginya, yang kemudian mengangkut pergi darah bersama dengan produk-produk sampah dari metabolisme retina.

Definisi Retinal Detachment?
Sebuah retinal detachment adalah suatu pemisahan retina dari kaitannya pada jaringan dibawahnya didalam mata. Kebanyakan retinal detachments adalah suatu akibat dari retak retina (retinal break), lubang, atau robekan. Retak-retak retina ini dapat terjadi ketika vitreous gel menarik lepas atau memisah dari kaitannya pada retina, biasanya pada bagian-bagian peripheral retina. Vitreous adalah suatu agar (gel) yang bening yang mengisi 2/3 dalamnya mata dan menempati ruangan didepan retina. Ketika vitreous gel menarik lepas, ia kadangkala menggunakan tarikan pada retina, dan jika retinanya lemah, retinanya akan robek. Kebanyakan retak-retak retina bukan suatu akibat dari luka. Robekan-robekan retina kadangkala ditemani oleh perdarahan jika suatu pembuluh darah retina terlibat pada robekan ini.
Sekali retina robek, cairan dari vitreous gel dapat melewati robekan dan berkumpul dibelakang retina. Penumpukan dari cairan dibelakang retina adalah yang memisahkan (detaches) retina dari belakang mata. Ketika lebih banyak cairan vitreous terkumpul dibelakang retina, perluasan dari terlepasnya retina (retinal detachment) dapat berlanjut dan melibatkan seluruh retina, menjurus pada suatu pelepasan total retina. Suatu retinal detachment hampir selalu mempengaruhi hanya satu mata. Mata yang kedua, bagaimanapun, harus diperiksa secara cermat untuk tanda-tanda apa saja dari faktor-faktor yan mempengaruhi yang dapat menjurus pada pelepasan dimasa depan.



copas block buat belajar..









CRAO DAN CRVO


OKLUSI ARTERI SENTRALIS RETINA (CRAO)
Defenisi
Sumbatan pada arteri sentralis retina.

Epidemiologi
Sering terjadi pada usia tua atau usia pertengahan. Tempat tersumbatnya arteri sentralis retina biasanya di daerah lamina kribrosa.

Etiologi dan Faktor Resiko
Penyumbataan arteri sentralis retina dapat disebabkan oleh radang arteri, thrombus dan emboli pada arteri, spsame pembuluh darah, akibat terlambatnya pengaliran darah, giant cell arthritis, penyakit kolagen, kelainan hiperkoagulasi, sifilis dan trauma.

Patofisiologi
Emboli adalah penyebab tersering dari CRAO. Emboli dapat berasal dari perkapuran yang berasal dari penyakit emboli jantung.
Penyebab spasme pembuluh darah antara lain pada migraine, keracunan alcohol, tembakau, kina atau timah hitam. Perlambatan pembuluh datah retina terjadi pada peninggian TIO, stenosis aorta atau arteri karotis.
Secara oftalmoskopis, retina superficial mengalami pengeruhan kecuali di foveola yang memperlihatkan bercak merah cherry(cherry red spot). Cherry red spot adalah pigmen koroid dan RPE yang dilihat melalui daerah foveola

Manifestasi Klinik
Keluhasn pasien dengan CRAO dimulai dengan penglihatan kabur yang hilang timbul tanpa disertai rasa sakit dan kemudian gelap menetap. Penurunan visus mendadak biasanya disebabkan oleh emboli.
Reaksi pupil menjadi lemah dengan pupil anisokor. Ketajaman penglihatan berkisar antara hitung jari dan persepsi cahaya.

Pemeriksaan Penunjang
Pada pemeriksaan fundoskopi ditemukan :
-          Fundus pucat
-          Arteri halus sampai hilang
-          Cherry red spot
-          Cattle track appearance

Tatalaksana
Terapi yang diberikan:
-          Masase bola mata
-          Parasentese
-          Vasodilator
-          O2 hiperbarik
Pengobatan dini dapat dengan menurunkan TIO, selain dengan masase bola mata bisa juga dengan asetazolamid atau parasentese bilik mata depan.

Prognosis
Penyulit yang dapat timbul adalah glaukoma neovaskular.

Rujukan
Timbul penyulit, rujuk ke spesialis mata.

OKLUSI VENA SENTRAL RETINA ( CRVO )

Defenisi
Penyumbatan vena retina yang mengakibatkan gangguan perdarahan didalam bola mata

Epidemiologi
Kelainan ini biasanya mengenai usia pertengahan. Biasanya penyumbatan terletak di mana saja pada retina, akan tetapi lebih sering terletak di depan lamina kribrosa.

Etiologi dan Faktor Resiko
Penyumbatan vena sentralis retina mudah terjadi pada pasien dengan glaukoma, diabetes mellitus, hipertensi, kelainan darah, arteriosklerosis, papil edema, retinopati radiasi, dan penyakit pembluh darah. Thrombosis dapat terjadi akibat endofeblitis.

Patofisiologi
Sebab-sebab terjadinya CRVO adalah :
-          Akibat kompresi dari luar terhadap vena tersebut seperti yang terdapat pada proses arteriosklerosis atau jaringan pada lamina kribrosa.
-          Akibat penyakit pada pembuluh darah vena sendiri sepeerti fibrosklerosis atauy endofeblitis.
-          Akibat hambatan aliran darah dalam pembuluh vena tersebut seperti yang terdapat pada kelainan viskositas darah, diskrasia darah atau spasme arteri retina yan g berhubungan.
Tajam penglihatan sentral terganggu bila perdarahan mengenai daerah macula.

Manifestasi Klinik
Penderita biasanya mengeluh adanya penurunan tajam penglihatan sentral ataupun perifer mendadak yang dapat memburuk sampai hanya tertinggal persepsi cahaya. Tidak terdapat rasa sakit dan biasanya mengenai satu mata.

Pemeriksaan Penunjang
Gambaran klinis bervariasi dari perdarahan retina kecil-kecil teersebar dan bercak cotton wool sampai gambaran perdarahan hebat dengan perdarahn rerina superficial dan dalam. Pada funduskopi ditemukan :
-          Papil udem
-          Tortositas vena meningkat, vena terlihat melebar dan berkelok-kelok
-          Flame shape appearance
Selain itu, dapat dilakukan pengukuran lemak serum, protein plasma, glukosa plasma, dan penilaian kekentalan darah dengan perkiraan hb, hematokrit, dan fibrinogen. Pada pasien usia muda, kadar protein C, protein S, dan antitrombin III harus diperiksa untuk menyingkirkan kelainan sistem trombolitik. Jika terdapat hipertensi, dianjurkan pemeriksaan uji fungsi ginjal sederhana, termasuk ureum dan elektrolit, pengukuran klirens kreatinin, pemeriksaan urin secara mikroskopik, dan USG ginjal.

Tatalaksana
-          Control dan observasi penyakit dalam
-          Fotokoagulasi, terutama pada kasus penurunan tajam penglihatan akibat penyumbatan
-          Kalau timbul glaukoma, lebih sulit diatasi. Bisa dilakukan siklokro terapi, alcohol retrobulber untuk rasa sakit, dan enukleasi
-          Pembedahan bisa dilakukan untuk mengurangi tekanan

Prognosis
Prognosis umumnya jelek, terutama untuk visus. Angiografi floresens menunjukkan dua jenis respon; tipe noniskemik, dengan dilatasi dan edema pembuluh darah; dan tipe iskemik, dengan daerah-daerah nonperfusi kapiler yang luas atau bukti adanya neovaskularisasi segmen anterior atau retina.
Jika udem dan perdarahan retina dapat diserap kembali oleh tubuh, maka dapat memperbaiki visus.

Kamis, 15 Desember 2011

inform consent fp

Setiap manusia yang dewasa dan berakal sehat berhak menentukan apa yang akan dilakukan pada tubuhnya dan seorang dokter ahli bedah yang melakukan operasi tanpa persetujuan pasiennya dapa dipersalahkan telah melakukan suatu pelanggaran untuk mana ia harus bertanggung jawab atas segala kerugian.

inform consent berasal dari kata:
informed : telah diberitahukan, telah disampaika , telah diinformasikan
consent   : persetujuan yang diberikan kepada seseorang untuk melakukan sesuatu

Definisi permenkes no 290/ MENKES/ PER III/2008
pasal 1 ayat 1 inform consent
" persetujuan tidakan kedokteran adalah persetujuan yang diberikan pasien atau keluarga terdekat pasien setelah mendapat penjelasan  secara lengkap menganai tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan kepada pasien "

informed consent adalah suatu peroses yang menunujakan  komunikasi yang efektif antara dokter dengan pasien dan bertemunya pemikiran tentang yang akan dilakukan dan apa yang tidak akan dilakukan terhadap pasien.
" sampurna budi, bioetik dan hukum kedokteran , pengantar bagi mahasiswa."

informed consent adalah suatu kesepakatan atau persujuan pasien atas usaha medik yang akan dilakukan oleh dokter terhadap dirinya, setelah pasien mendapatkan informasi dari dokter mengenai upaya medis yang dapat dilakukan untuk menolong dirinya, disertai menganai informasi mengenai segala informasi.

Landasan hukum informed consent:

  • fatwa PB IDI melalui sk PB-IDI no 319 / A4/ 88 pada tahun 1988
  • permenkes no 290/ MENEKES/per III/2008 tahun 2008
  • uu no 29 tahun 2004 tentang praktek kedokteran 
  • KUH perdata pasal 1338
  • peraturan pemerintah no 32 tahun 1996  tentang tenaga kesehatan.
Fungsi informed consent adalah:
  1. penghormatan terhadap harkat dan martabat pasien selaku manusia dalam menentukan nasibnya sendiri
  2. untuk mendorong dokter melakukan kehati-hatian dalam mengobati pasien.
  3. secara tidak langsung merupakan persetujuan pasien terhadap dokter untuk melakukan tindakan medis
  4. merupakan risk transfer.

Penerapan informed consent:

  1. dalam kasus-kasus yang menyangkut dengan pembedahan dan operasi 
  2. dalam kasus-kasus yang menyangkut dengan pengobatan yang memakai teknologi baru yang sebelumnya       belum dipahami  efek samping.
  3. dalam kasus-kasus yang memakai terapi atau obat yang banyak efek sampingnya misalnya terapi dengan sinar laser
  4. dalam kasus-kasus penolakan pasien
  5. dalam kasus kasus dimana selain mengobati dokter juga melakukan riset dan eksperimen dengan berobjek pasien.

jenis inform consent:
1. dinyatakan (tertulis dan lisan)
2. tidak dinyatakan (tindakan pasien dan aturan hukum pada pasien tertentu/ contoh kegawat daruratan)

dokter dan pasien melakukan inform consent harus memilik saksi contoh perawat.
Pemberian informasi:

  • diagnosis
  • tujuan
  • tindakan alternatif
  • resiko
  • komplikasi
  • prognosis
  • perkiraan biaya
























forensik DNA