Minggu, 01 Januari 2012

MENINGITIS TB

Meningitis TBC adalah infeksi mycobacterium tuberculosis yang mengenai arachnoid, piameter dan cairan cerebrospinal di dalam sistem ventrikel.

Akibatnya akan terjadi infiltrasi sel radang disertai reaksi radang dari jaringan dan pembuluh darah didalamnya. Juga terjadi eksudasi dari fibrinogen yang sesudah beberapa waktu akan menjadi fibrin. Hal diatas yang disebabkan oleh toksin yang dibuat bakteri akan memberikan gejala SINDROMA MENINGITIS yaitu berupa:

Demam
Nyeri kepala hebat
Gangguan kesadaran
Kejang – kejang
Dan adanya tanda RANGSANGAN MENINGEAL, berupa :

Kaku kuduk
Tes brudzinsky positif
Tes kernig yang positif
Meningitis Serosa adalah radang selaput otak arakhnoid dan piamater yang sering disebabkan oleh kuman spesifik seperti Mycobacterium tuberculosa dan Spirochaeta pallida.

PATOGENESIS

Meningitis tuberkulosis terjadi akibat reaktivasi lambat suatu infeksi pada daerah otak sendiri dan paru – paru. Akibat reaktivasi terjadi penjalaran kuman tuberkulosis ke susunan saraf pusat melalui bakteremia.

Kuman tuberkulosis yang dorman di dalam paru – paru akan aktif kembali jika terdapat infeksi dan imunitas yang menurun. Terbentuk FOKUS RICH oleh kuman tuberkulosis pada ruang subarachnoid di hemisfer serebri. Kuman tuberkulosis menyebar secara hematogen ke Fokus Rich yang berada di ruang subarachnoid. Meningitis tuberkulosis baru terjadi setelah kuman tuberkulosis menyebar langsung dalam ruang subarachnoid akibat ruptur dari fokus rich.

Keadaan dan luas lesi pada meningitis tuberkulosis tergantung dari jumlah dan virulensi kuman serta keadaan kekebalan atau alergi penderita. Bilamana jumlah kuman sedikit dan daya tahan tubuh penderita cukup baik, maka reaksi peradangan terbatas pada daerah sekitar tuberkel perkijuan. Bilamana didapatkan reaksi hipersensitif yang hebat, maka akan terjadi meningitis tuberkulosis yang luas disertai peradangan hebat dan nekrosis.

GEJALA KLINIS

Gejala klinis meningitis tuberculosa disebabkan 4 macam efek terhadap sistem saraf pusat yaitu :

Iritasi mekanik akibat eksudat meningen, menyebabkan gejala perangsangan meningens, gangguan saraf otak dan hidrosefalus.
Perluasan infeksi ke dalam parenkim otak, menyebabkan gejala penurunan kesadaran, kejang epileptik serta gejala defisit neurologi fokal.
Arteritis dan oklusi pembuluh darah menimbulkan gejala defisit neurologi fokal.
Respons alergi atau hipersensitifitas menyebabkan edema otak hebat dan tekanan tinggi intrakranial tanpa disertai hidrosefalus.
Gambaran klasik meningitis tuberkulosa terdiri dari :

Stadium Prodromal
Stadium ini berlangsung selama 1 – 3 minggu dan terdiri dari keluhan umum seperti :

Kenaikan suhu tubuh yang berkisar antara 38,2 – 38,90 C
Nyeri kepala
Mual dan muntah
Tidak ada nafsu makan
Penurunan berat badan
Apati dan malaise
Kaku kuduk dengan brudzinsky dan kernig tes positif
Defisit neurologi fokal : hemiparesis dan kelumpuhan saraf otak
Gejala TTIK seperti edema papil, kejang – kejang, penurunan kesadaran sampai koma, posisi dekortikasi atau deserebrasi.
Stadium perangsangan meningen
Stadium kerusakan otak setempat
Stadium akhir atau stadium kerusakan otak difus
Pembagian stadium meningitis tuberkulosis menurut Medical Research Council of Great Britain ( 1948 ) :

Stadium I :
Penderita dengan sedikit atau tanpa gejala klinik meningitis. Tidak didapatkan kelumpuhan dan sadar penuh. Penderita tampak tak sehat, suhu subfebris, nyeri kepala.

Stadium II :
Selain gejala diatas bisa didapat gejala defisit neurologi fokal

Stadium III :
Gejala diatas disertai penurunan kesadaran.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan cairan serebrospinal ( CSS )
ü      Pemeriksaan CSS merupakan kunci diagnostik untuk meningitis tuberkulosis.
ü      Pemeriksaan CSS akan memberikan gambaran jernih / opalesen, kekuningan sampai dengan xantokrom, tekanan meninggi.
ü      Tes Nonne dan Pandy positif kuat menunjukkan peningkatan kadar protein.
ü      Hitung sel meningkat 100 – 500, terutama limfositik mononuklear.
ü      Kadar glukosa menurun < 40mg% tetapi tidak sampai 0 mg%.
ü      Pada pengecatan dengan Ziehl Neelsen dan biakan akan ditemukan kuman mycobacterium tuberkulosis.
ü      Bila beberapa cc CSS dibiarkan dalam tabung reaksi selama 24 jam akan terbentuk endapan fibrin berupa sarang laba – laba.
2. Pemeriksaan darah

ü      Terdapat kenaikan laju endap darah ( LED )
ü      Jumlah leukosit dapat meningkat sampai 20.000
3. Tes tuberkulin

ü      Tes tuberkulin seringkali positif tetapi dapat negatif bila keadaan umum penderita buruk.
4. Foto roentgen thoraks

ü      Umumnya menunjukkan tanda infeksi tuberkulosis aktif (infiltrat terutama di apex paru)
DIAGNOSA

Kriteria diagnosis menurut Medical Research Council of Great Britain       ( 1984 ) :

Penderita dengan pemeriksaan klinik yang sesuai pembagian klinik Medical Research Council ( 1984 ) disertai dengan :
Kelainan CSS seperti pleositosis dengan dominan limposit, peninggian kadar protein dan penurunan kadar gula serta natrium klorida. Pada isolasi dapat ditemukan kuman tuberkulosis.
Kontak dengan penderita tuberkulosis positif
Tes mountox positif
Pada pemeriksaan fundus ditemukan tuberkel koroid.
Penderita dengan diagnosis tuberkulosis dan disertai demam, iritabilitas, penurunan kesadaran sampai muntah, maka perlu dipikirkan kearah kemungkinan suatu meningitis tuberkulosis.




KOMPLIKASI

Komplikasi yang timbul pada meningitis tuberkulosis :

Oftalmoplegia
Pan arteritis hemiplegia
Hidrosefalus
Arachnoiditis
PENGOBATAN

Diberikan obat – obatan spesifik yaitu :

-          INH              : Dewasa 10 – 15 mg / kgBB / hari

Anak 20 mg / kgBB / hari

-          Rifampisin    : 450 – 600mg/ kgBB / hari

-           Etambutol  : 65 mg / kgBB / hari

-          Pirazinamid  : 1500 mg / kgBB / hari

-          Streptomisin: 1 gram

Regimen yang diberikan dalam 2 bulan pertama :

INH              : 300 mg / hari
Rifampisin : 450 mg / hari
Etambuthol   : 1000 mg / hari
Pirazinamid  : 1500 mg / hari
Bila terdapat induced hepatitis, pemberian rifampisin dan pirazinamid dihentikan dan diganti dengan streptomisin 1 gram

Regimen yang diberikan 10 bulan berikutnya :

Rifampisin 600 mg / hari
INH 400 mg / hari
PROGNOSA

Angka kematian pada umumnya 50%. Prognosis buruk pada bayi dan orang tua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar