Minggu, 25 Desember 2011

SISTEM SYARAF

FUNGSI SISTEM SARAF
  • Untuk mengetahui kejadian atau perubahan yang terjadi di sekitar kita, dilakukan melalui alat indera.
  • Mengendalikan tanggapan atau reaksi terhadap rangsangan yang terjadi pada tubuh kita.
  • Mengendalikan kerja organ-organ tubuh
Secara psikologis, proses penginderaan akan diikuti dengan proses lanjutan yang melibatkan integrasi, rekognisi dan intepretasi yang disebut dengan persepsi.
Modalitas rasa
  1. Somatosensorik (somestesia)
  2. Viserosensorik (viseroestesia/perasaan interoseptif)
  3. Rasa khusus / indera khusus
Somatosensorik (somestesia)
perasaan yang dirasakan pada bagian tubuh yang berasal dari somatopleura, yaitu kulit, tulang, dan jaringan ikat.
Indera somatik (somatosensorik) mencakup :
1. Perasaan protopatik (eksteroseptif) : perasaan yang berasal dari alat perasa pada kulit dan mukosa, yang bereaksi terhadap rangsang dari luar atau perubahan-perubahan di sekitarnya, atau disebut juga perasaan yang menyakiti, terdiri atas :
  • rasa nyeri
  • rasa tekan
  • rasa suhu
2. Perasaan proprioseptif : perasaan yang diperlukan untuk mengatur diri sendiri/yang berhubungan dengan keadaan fisik tubuh, meliputi :
  • rasa gerak
  • rasa getar
  • sikap/posisi
  • raba/sentuh halus
Viserosensorik
(viseroestesia/perasaan interoseptif)
= perasaan yang dirasakan pada bagian tubuh yang berasal dari viseropleura (organ-organ dalam), seperti usus, paru, hati, limpa, dsb, yang disalurkan melalui serat-serat aferen otonomik.
Meliputi tekanan darah, suhu tubuh, pH, osmolaritas plasma,dsb.
Rasa khusus/indera khusus
meliputi indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan keseimbangan, yang disalurkan melalui saraf-saraf kranial


Berdasarkan lokalisasi reseptor, jenis rasa terbagi atas :


Perasaan eksteroseptif : reseptornya terletak pada kulit
Perasaan interoseptif : reseptornya terletak di organ-organ dalam
Perasaan proprioseptif : reseptornya terletak di dalam otot, tendon, dan jaringan pengikat sendi


RESEPTOR
Definisi :
sel-sel khusus yang mendeteksi perubahan tertentu di lingkungan sekitarnya.
Fungsi reseptor : sebagai transduser  mengubah rangsangan sensorik menjadi sinyal saraf, atau mengubah berbagai bentuk energi menjadi potensial aksi di neuron.
Macam-macam reseptor sensorik :


Ujung saraf bebas (free nerve ending)  untuk rasa sentuh, suhu, nyeri, gatal, geli
Ujung organ rambut (hair end organ)  rasa sentuh halus
Diskus merkel : rasa sentuh
Badan Paccini : rasa tekan, getar,gerak
Badan Meissner : rasa sentuh halus, getar
Badan Krause : rasa sentuh
Ujung organ Ruffini : rasa tekan, gerak
Aparatus tendon Golgi : regangan
Kumparan otot (muscle spindle) : regangan
Klasifikasi reseptor
1. Berdasarkan perbedaan kepekaan reseptor terhadap rangsangan :
* mekanoseptor : rangsangan mekanis
kepekaan pada perabaan kulit :
- ujung saraf bebas
- discus Merkel
- ujung Ruffini
- badan Meissner
- badan Krause
- organ ujung rambut
kepekaan jaringan dalam :
- ujung saraf bebas
- discus Merkel
- ujung Ruffini
- badan Paccini
- kumparan otot
- apparatus tendon Golgi


Several types of somatic sensory nerve endings.


mekanoseptor
pendengaran :
- reseptor suara pada koklea
keseimbangan :
- reseptor vestibular
tekanan arteri :
- baroreseptor pada sinus karotikus dan aorta


kemoreseptor : rangsangan kimia
- pengecap : reseptor pada taste buds
- pembauan : reseptor pada epitel olfaktorius
- oksigen dalam arteri : reseptor pada aorta
- osmolalitas : neuron dari inti supraoptikus hipothalamus
- CO2 dalam darah : reseptor pada aorta
- kadar glukosa, asam amino, asam lemak dalam darah :
reseptor dalam hipotalamus


elektromagnetikoseptor : rangsangan cahaya
- penglihatan
- sel-sel batang
- sel-sel kerucut
Klasifikasi reseptor
2. Berdasarkan jarak jangkauan
- teleseptor : penerima jarak jauh, berkaitan
dengan peristiwa-peristiwa di kejauhan
- eksteroseptor : pada permukaan tubuh
- interoseptor : berkaitan dengan lingkungan
dalam tubuh
3.Berdasarkan sifat adaptasi
- cepat beradaptasi. Mis. badan Paccini - tekan
- lambat beradaptasi, mis. nosiseptor - nyeri
Alat Indera dan Reseptor




KLASIFIKASI FISIOLOGIK SERAT SARAF
PERUBAHAN RANGSANGAN SENSORIK MENJADI IMPULS SARAF


Rangsangan/stimulus yang merangsang reseptor menyebabkan terjadinya perubahan potensial membran reseptor = potensial reseptor


Mekanisme potensial reseptor :  perubahan permeabilitas membran dengan cara :
1. Perubahan secara mekanik dari reseptor, yang akan meregangkan membran reseptor dan membuka saluran ion
2. Penerapan suatu bahan kimia pada membran yang akan membuka saluran ion
3. Perubahan suhu membran reseptor, yang akan merubah permeabilitas membran
4. Akibat radiasi elektromagnetik pada reseptor yang menyebabkan perubahan permeabilitas membran sehingga dapat dilewati ion-ion.


ADAPTASI RESEPTOR
- Apabila suatu reseptor dirangsang secara terus-menerus,maka mula-mula reseptor akan berespons pada kecepatan impuls yang tinggi,kemudian kecepatannya secara progresif akan berkurang sampai akhirnya reseptor tersebut tidak berespons samasekali.


Adaptasi lambat :
Reseptor adaptasi lambat secara terus-menerus akan menjalarkan impuls ke otak selama berlangsungnya rangsangan = reseptor tonik
Contoh : kumparan otot, apparatus tendo Golgi, nosiseptor, discus Merkel, ujung Ruffini
Skema Hubungan Berbagai Area di Korteks


MEDULA SPINALIS
Terdapat 31 pasang saraf spinal yang melalui medula spinalis , nervus campuran yg berisi akson sensorik & motorik; berjalan di kolumna spinal
Semua akson sensorik masuk ke medula spinalis melalui ganglion akar dorsal.
- Traktus spinotalamikus lateral menghantarkan impuls
modalitas nyeri & suhu
- Traktus spinotalamikus anterior : menghantarkan
impuls modalitas geli, gatal, sentuhan, & tekanan
- Traktus lemniscus medialis-kolumna posterior :
menghantarkan impuls yg membedakan 2 titik,
stereognosis, propriosepsi, membedakan berat, &
sensasi getaran




PRINSIP-PRINSIP
FISIOLOGI SENSORIK
RABA
Reseptor raba : badan Meissner, badan Paccini, lempeng Merkel, ujung Ruffini
Reseptor raba paling banyak ditemukan di kulit jari tangan serta bibir
Serabut saraf : serat sensorik A dan C
Informasi rasa raba disalurkan melalui jaras lemniskus dan jaras anterolateral.




SUHU
Reseptor : ujung saraf bebas
Reseptor dingin berespon terhadap suhu 100C-380C
Reseptor panas berespon terhadap suhu 300C-450C
Serabut saraf sensorik : A dan C
Penjalaran melalui traktus spinotalamikus lateralis dan radiasi talamus.




NYERI
DEFINISI
Menurut International Association for Study of Pain (IASP), nyeri adalah sensasi yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial,
Teori Specificity “suggest” menyatakan bahwa nyeri adalah sensori spesifik yang muncul karena adanya injury dan informasi ini didapat melalui sistem saraf perifer dan sentral melalui reseptor nyeri di saraf nyeri perifer dan spesifik di spinal cord
Reseptor : ujung saraf bebas




PERSEPSI
Fase ini merupakan titik kesadaran seseorang terhadap nyeri, pada saat individu menjadi sadar akan nyeri, maka akan terjadi reaksi yang komplek.
Persepsi menyadarkan individu dan mengartikan nyeri itu sehingga kemudian individu dapat bereaksi
Proses persepsi secara ringkas adalah sebagai berikut:
Stimulus nyeri => Medula spinalis => Talamus => Otak (area limbik) => Pusat otak => Persepsi
PERSEPSI
Ada 2 macam :
1. Persepsi emosional (afektif) subyektif
2. Persepsi kognitif (rasional) obyektif
Persepsi bertingkat-tingkat :
1. deteksi (mengenal)
2. diskriminasi (penentuan jenis)
3. identifikasi (penguraian karakter)
4. interpretasi (penyimpulan)
5. apresiasi (pemaknaan)
GANGGUAN FUNGSI RASA
Hiperestesia : kepekaan fungsi rasa yg berlebihan
Anestesia/Hipoestesia : kepekaan fungsi rasa yg hilang/berkurang
Parestesia : terjadinya sensasi rasa tanpa suatu sebab yg jelas
Disestesia : Sensasi rasa yg menyimpang
Analgesia : hilangnya sensasi nyeri
Hiperalgesia : kepekaan yg meningkat terhadap sensasi nyeri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar