Senin, 12 Desember 2011

vitero- retina MP

VITREOUS
vitreous gabungan dari 99% dan asam hyaluronic acids dan colagen 1% membentuk campuran yang jernih, isi dari pusat bola mata.
firm adhesion (pengerat) :

  • nervus optikus
  • peripheral retina pada ora serata
  • pembuluh darah retina 
  • memproduksi carian yang digunakan jika kehilangan air mata

normalnya vitreous : sesuai umur

  • sinerresis  (keluarnya cairan vitreous dari mata)
  • posterior vitreous dettachment
abnormalitas vitreous adalah 
--> floater/ turbidity / kekeruhan (densitasnya tipis) akibat dari
  • degenerasi
  • haemorhage
  • infection /inflamasi (vitritis)
-->flashes (seperti cahaya diliat gelap)
traksi/ penarikan pada retina.
visual protein didasarkan


RETINA
visus
-visus protein dasarnya adalah vitamin a.
-distimulus oleh cahaya menyebabkan biochemical

pusat penglihata

  • foveola yang paling detaile penglihatannya
  • sel conusnya banyak di pusat
pemeriksaan fisik retina
1. slit lamp biomicroscopic with 
  • condensing lens
  • goldman three minor 
2. ophthalmoscope

  • direct
  • indirect
  • pemeriksaan tambahan :
  1. fundus photo color
  2. fundus fluorscein angiography
  3. ultrasonography

retinal abnormalitas:
  • dystrophy (retinitis pigmentosa dan stradgard's dissease)
  • degenerasi (miopik degenerasi dan ARMD)
  • infeksi /inflamasi 
  • vascular
  • detachment
  • tumor
dystrophy retina:

  • retinitis pigmentosa (buta senja)
  • stargard's dissease (dystropi makula stargard's adalah kebutaan karena ketajaman penurunan turun)


<=> retinitis pigmentosa
-> penyakit degenerasi herediter (keturunan)
fotoreceptornya:

  • disfungsi, hilang dan atropi
  • autosomal resesif (retinitis pigementosa)
  • autosomal dominan (juga bisa)
  • x-linked resesif
  • 1/3nya tidak ada riwayat penyakit seperti ini.
gejala retinis pigmentosa (buta senja ) adalah:
  • niktalopia (buta malam)
  • lapangan pandangnya terkonstriksi
tanda retinitis pigmentosa:
  • bone spikule --> seperti pigmentasi pada fundus arteriole pada fundus arteriole narrowing
pengobatan retinitis pigmentosa:
  • perawatan dengan low vision (supaya meningkatkan sensitifitas)
  • tidak ada terapi langsung

<=>stargard's diseasse adalah ditropi makula pada anak
  • gen abc4r on lp 21-22
  • gejala :
  1. muncul pada dekade ke dua
  2. foveanya mungkin normal atau tidak spesifik
  • terapi:
  1. perawatan low vision (cahaya redup contohnya biar sensitif lagi)
  2. tidak ada terapi langsung



degenerasi retina:
  1. myopik degenerasi 
  2. age related macular degeneration
a.miopia degenerasion
  • adalah semakin panjangnya bola mata
  • < -6 dioptri
  • panjang axialnya lebih dari 26
  • cenderung pada glaukoma dan katarak
treatment miopia degeneration:
  • pembatasan koreksi optikal
  • tekanan intraokulernya di kontrol
  • perhatian pada complikasi yang mungkin terjadi
  • sklera buckling
b. ARMD (age related macular degeneration)
  • paling sering menyebabkan kehilangan penglihatan pusat pada umur lebih dari 50 tahun (di negara berkembang)
  • gejala awalnya penglihatan pusat menjadi kabur dengan objek yang terlihat seperti tidak biasa ukurannya atau bentuknya dan garis-garis aneh muncul bergelombang atau kabur (bisa cepat bisa beberapa bulan)  keterangan tambahan "http://rsmataaini.co.id/armd/ " 
dry ARMD (age related macula degeneration )
Ada dua tipe ARMD, yaitu:
    1. Tipe kering/Dry ARMD merupakan kasus yang paling banyak terjadi (kira-kira 85-90%) penyakit ini berkembang perlahan. Pada kasus ini, sel dan pembuluh darah dibawah macula retina rusak dan terjadi penumpukan eksudat dibelakangnya (drusen). Ini merusak macula dan menghambat jalannya signal ke otak. Penglihatan sentral perlahan menjadi redup.terapinya 1)diet makanan yang kaya sayuran hijau, antioksidan Zinc, lutein, zeasantin. 2) mencegah kelebihan cahaya yang masuk. 3)tidak merokok 4). contact dengan cahaya khusus yang low vision.
    2. Type basah/wet ARMD merupakan kasus yang jarang. Hal ini dapat menyebabkan gangguan/kerusakan di makula dalam hitungan bulan atau minggu. Pada ARMD ini terdapat pembuluh darah abnormal yang rapuh yang tumbuh di bagian belakang retina. Kebocoran pembuluh darah ini menyebabkan makula rusak. treatment : 1) laser photocoagulation 2) photodynamik therapi 3) macular translokasi 4) sub macular surgeri

Infeksi atau inflamasi retina:
a. toxoplasma
-->gejala: unilateral, nyeri ringan di oculer, penglihatan kabur , onset-onset baru muncul floating spot.
--> temuan klinis: granulamatous iritis , vitritis, diskus optikusnya bengkak, neurretinitis, vasculitis dan oklusi vena retina di sekitar daerah peradangan, yang didalamnya aktiv melibatkan mata.
--> diagnosis penunjang dengan funduscopi.  putih -kuning  choreoretinalnya mengalami lesi pada vitreous sel.inaktif lesi pada fellow eye.
--> terapi:

  • eradikasi parasit
  • menekan respon inflamasi (pakai kortikosteroid)
  • clasik treatment regiment : 
  1. pyrimitamin
  2. sulfadiazine
  3. asam folat (meminimalkan efek toksik pirimitamin di sumsum tulang)
  • alternatif treatment:
  1. clindamicin 
  2. tetraciclin
  3. trimetophrim
  4. sulfamethazole
  • oral steroid.



Retinal vascular dissease: 
  • diabetik retinopaty
  • hypertensive retinopaty
  • oklusi pembuluh darah
  • retinopati
a. Diabetik retinopaty
-hyperglikemia 
  • kehilangan pericite
  • tebalnya membran basement
  • perubahan status coagulasi

-non proliferatif diabetik retinopaty

  • micro aneurisme 
  • dot dan blot pendaran intraretinal
  • exudateya kasar
  • dilatasi dan pendarahan vena retinalis. 

-proliferasi diabteik retinopati akan muncul neovaskularisasi, pada discus ataupun tempat lain.
-makulanya edema (bengkak)
-treatment diabetik retinopati
-->NPDR (non proliferatif diabetik retinopati)

  • kontrol glukosa
  • kontrol abnormal sistemik seperti hipertensi, dislipidemia, dll
-->edema makula dilakukan treatment dengan focal atau grid laser photocoagulation, Anti-VEGF, dan steroid intravitreal atau subtenon.
-->PDR (proliferatif diabetik retinopati) pan retinal coagulasi,vitrectomi, anti-VEGF

b. hipertensi retinopati
berdasarkan who hipertensi retinopati kalau sistole diatas 140 mmhg dan siastole diatas 90mmhg
hipertensi dapat berdampak pada koroid, retina, nervus optikus.
hipertensi dapat menyebabkan:

  • cotton wool spot (seperti kabut/kapas) karena lapisan syaraf nervus mengalami mikro-infark menyebabkan gangguan tranport axoplasmic.
  • dot/ blot/ titik dan api di mata terbentuk akibat pendarahan.



















belum lengkap udah dekat ujian. doakan kesowo sujoko ya saudara-saudara. supaya kelak bisa jadi dokter yang bisa mengabdi buat bangsa dan negara bisa membantu orang banyak. semoga Allah meridoi























Tidak ada komentar:

Posting Komentar